Home / Daerah / Nasional

Jumat, 21 Maret 2025 - 18:57 WIB

Menggelitik Kebijakan Prabowo Gibran, Taukah Kita Bagaimana Yang Disebut Episiensi Anggaran?

Deteksi Pos Indonesia, Sebelum siapapun terutama para pejabat eselon terlanjur terlena ikut ikutan bacikarau tidak tentu pelarah dengan kalimah bukan main nauzubillah minta ampun percaya dirinya ketika memaparkan bahwa pemangkasan anggaran yang digelar oleh Pemerintah RI dibawah kepemimpinan Prabowo dan Gibran adalah bentuk upaya demi episiensi.

Taukah kita apa dan bagaimana sih bentuk dari episiensi anggaran mesti dilakukan oleh Pemerintah sebagaimana menurut aturan dan sistim terkait tata kelola pembentukan lembaga Pemerintahan?, adalah sesuatu bisa digelar dengan cara melakukan perampingan terhadap kabinet dan lembaga Pemerintah agar tidak terjadi pemborosan atau penghamburan uang negara secara sia sia. Hingga kerab didengar Pemerintah melakukan peleburan terhadap beberapa Kementerian, dinas atau kantor, dan kemudiannya digabung dengan kementerian, dinas atau kantor lainnya guna episiensi anggaran.

Bukanlah dengan cara menciut atau memangkas anggaran yang telah disyahkan untuk setiap kementerian atau lembaga, kecuali bila negara dalam keadaan darurat atau bahaya seperti saat terjadinya musibah Covid melanda dunia termasuk Indonesia beberapa tahun lalu sampai bisa dimaklumi adanya pemotongan dan pemangkasn anggaran secara nasional.

Kemudiannya lagi, disebut episiensi dalam tata kelola pembentukan lembaga Pemeiintahan. adalah sesuatu yang bertaut langsung dengan penempatan dan pengangkatan pejabat yang teruji dan memiliki keahlian, hingga berdiri lembaga Pemerintah yang berdaya guna tanpa pemborosan dan ada manfaat besarnya bagi kemajuan dari setiap anggaran yang dikucur atau digunakan.

Baca Juga :  Rakor Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2024, Digelar Dihotel Grand Kerinci.

Lucu jadinya, bila sampai dibenarkan oleh rakyat terhadap kebijakan Pemerintahan Prabowo Gibran melakukan pemangkasan anggaran dengan alasan demi episiensi. Sementaranya, tak lebih demi memuluskan janji Pemilunya pada masyarakat menggelar makan gratis.

Jangan marah dulu, masalahnya negara kita beraturan, semua ada aturan dan mekanisme yang mengaturnya. Apalagi, bila menyangkut pemotongan dan pemangkasan terhadap anggaran telah menghabiskan waktu dan biaya tak tanggung besar sampai ketok palunya digedung dewan yang terhormat.

Okeylah dan bisa dimaklumi bila seumpamanya Prabowo Gibran ngotot ingin mewujudkan janji kampanyenya dan tak mau disebut gagal menggelar program Ketahanan Pangan semasa Pemerintahan Jokowi, tapi bukan dengan cara menabrak aturan dan sistim yang mengaturnya, meski dikemas dengan alasan wah bukan mainnya bagi episiensi.

Alangkah baik dan benarnya bila digelar peleburan terhadap kementerian Ketahanan Pangan sampai dinasnya Provinsi dan tingkat Kabupaten atau Kota. Hingga anggaran pertahunnya bisa dimanfaatkan bagi program Ketahanan Pangan tanpa mesti baiyo iyonya harus menciut atau memangkas anggaran diKementerian, Dinas atau kantor lainnya.

Baca Juga :  Kades Aduhai Tanjung Muda Mencak Mencak, "Rumah Warganya Kembali Diguyuh Banjir".

Pasalnya, anggaran yang dipangkas tersebut adalah program yang telah disyahkan secara nasional merupakan bagian dan tindak lanjut Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan oleh Jokowi, sopasti memunculkan tanya besar ada apa pula gerangan sampai terkesan Prabowo Gibran ingkar terhadap janjinya akan melanjutkan program Jokowi menuju negara maju dan besar dunia. Hingga sampai hatinya memangkas anggara telah disyahkan semasa Jokowi.

Maaf cakap terhadap Prabowo dan Gibran bahwa bila bicara Indonesia Emas yang terlintas dipemikiran umumnya rakyat Indonesia adalah bagaimana tindak lanjut pengolahan dan pemanfaatan nikel, freeport dan pengembangan sumber daya handal serta tekhnologi lainnya termasuk kemajuan hubungan dengan dunia Internasional yang tak henti dikembang dan diperjuang oleh Jokowi.

Bukannya disibukkan oleh perkara yang sengaja diciptakan seperti seantero negeri nusantara sedang dilanda musim pancaklik bagaimana menghadapi dan mengurus orang banyak bisa makan, dan negara juga disibukkan turun kesawah menanam padi, kedelai, jagung dan lainnya tanpa perlu ada persiapan dan kajian lagi terhadap bagaimana sistim pengairan yang memadai. Bersambung, Penulisnya katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.

Share :

Baca Juga

Daerah

40 % Suara Ngambang, “60 % Suara Pondok Tinggi Dibagi Empat”.

Daerah

“Menyikapi Muatan Jumpa Pers Koni Kota Sungai Penuh Dari Asfek Yang Terabaikan”.

Daerah

Ahmadi Bagian Terperhatikan, “Swarnabhumi Menoreh Catatan Politik Ada Ragam Warna Di Pondok Tinggi”.

Nasional

Guntur Muchtar Makin Serius Maju Ke DPR-RI Dari Dapil Jambi.

Daerah

Dinas Perindag Siapkan Lahan Relokasi Pedagang Pasar Mambo 2025 Di Eks MKS.

Daerah

Pengamat Sebut; “Pengedaman & Beronjong Seputaran Jembatan Pelayang Raya Tahun 2024 Cacat Mutu”.

Daerah

“Pengelola Media Cekam Rekomendasi Dewan Kerinci Terhadap Maya Novebri”.

Daerah

Sambutan Antusias Warga 3 Desa Tanjong, “Ahmadi Zubir Pimpin Bhakti Sosial Jumat Bersih Pemkot Sungai Penuh”.