Deteksi Pos Indonesia, Mentang mentang merasa mungkin ada dia dibelakang jabatannya selaku Kades Siulak Gedang semakin membuat SB tak henti membusung dada dan bersilantang angan terhadap siapapun yang ingin mencoba mengusik kinerjanya.
Seolah olah SB tak pernah jera dengan kasus yang sempat menyelimutinya dimasa periode pertama menjabat Kepala Desa Siulak Gedang hingga Ia harus basikalut menggelar pupu canting ditengah larik dan dusun guna bisa mengembalikan kerugian negara sebesar 15 juta rupiah.
Kini, SB kembali lagi berulah dengan menunjukkan sikap arogansinya terkesan tak pernah takut dengan Aparat Penegak Hukum bila sempat dilaporkan maupun dipublikasikan kepublik menyangkut kinerjanya selaku Kepala Desa.
“Mau dilaporkan silahkan dan mau diberitakan juga tidak jadi masalah”, demikianlah kira kira maksud dari pernyataan SB sebagaimana dilansir oleh MO Fortal Buana terkait dugaan fiktif penggunaan anggaran di desa Siulak Deras.
Sontak membuat kalangan Pers dan LSM liputan Kerinci dan Kota Sungai Penuh tertarik untuk mengincar dan memburu SB guna mengetahui apa sih pegang dengan pakainya dan dibukit sarang tupai mana pula Ia menuntut hingga nekad sok suci seperti malaikat tanpa dosa selaku Kepala Desa yang dikenal dengan jabatan rentan terjadi ada apanya dong bila sudah menyangkut angko angko.
Apalagi, salah seorang sumber yang dilansir oleh MO Fortal Buana menyebut telah mengantongi dugaan kejanggalan penggunaan anggaran Desa Siulak Gedang yang dikelola oleh SB, dan dirinya berencana melaporkan kepada Aparat Penegak Hukum.
Dengan tetap menjunjung tinggi proses hukum dan bila benar disampaikan oleh sumber bernama Joni Efendi, maka kita tunggu sejauh mana nyalinya pihak berwajib membedah pematang sawahnya SB Kades arogans dengan segala dugaan tabiat nakalnya dalam mengelola dana Desa sebagaimana data yang dikantongi oleh Joni Efendi. Bersambung.@,Yd,Yid,Yi dan Riles.